Risiko adalah kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian. Dalam kehidupan pelajar, risiko bisa berupa sakit, kecelakaan, kehilangan barang, atau bencana alam. Risiko tidak dapat dihindari, tetapi dapat dikelola dengan baik.
Asuransi merupakan salah satu cara pengelolaan risiko dengan memberikan perlindungan keuangan melalui pembayaran premi. Dengan memahami asuransi sejak dini, pelajar dapat menjadi generasi yang sadar risiko dan cerdas finansial, sesuai dengan tujuan literasi keuangan OJK.
Video 1
Video 2
1. Yang dimaksud dengan risiko adalah …
2. Contoh risiko yang sering dialami pelajar adalah …
3. Fungsi utama asuransi adalah …
Ayu adalah siswi SMP kelas 8. Setiap hari, Ayu mendapat uang saku sebesar Rp10.000. Orang tua Ayu mengenalkan asuransi kesehatan pelajar dengan premi Rp500 per hari agar Ayu tetap terlindungi jika sakit atau mengalami kecelakaan ringan.
Rp500 × 30 hari = Rp15.000 per bulan
1. Premi asuransi Ayu dalam satu bulan adalah …
2. Premi Rp500 per hari diambil dari …
3. Tujuan Ayu memiliki asuransi adalah …
Budi adalah siswa SMP kelas 9 dengan uang saku Rp15.000 per hari. Ia menyisihkan Rp1.000 per hari untuk premi asuransi pelajar.
Rp1.000 × 30 hari = Rp30.000 per bulan
4. Persentase uang saku Budi yang digunakan untuk premi adalah …
5. Manfaat utama asuransi bagi Budi adalah …
Raka adalah siswa SMA kelas 11 yang mendapat uang saku Rp20.000 per hari. Ia mengikuti asuransi kecelakaan pelajar dengan premi Rp1.500 per hari.
Rp1.500 × 30 hari = Rp45.000 per bulan
6. Premi bulanan yang dibayarkan Raka adalah …
7. Jika Raka mengalami kecelakaan, manfaat asuransi yang diterima adalah …
Dina adalah siswi SMA kelas 12. Ia menyisihkan Rp2.000 per hari dari uang sakunya sebesar Rp25.000 untuk asuransi kesehatan pelajar.
Rp2.000 × 30 hari = Rp60.000 per bulan
8. Keputusan Dina menyisihkan uang saku untuk premi menunjukkan sikap …
9. Pelajaran yang dapat diambil dari kasus Dina adalah …